Kamis, 08 Oktober 2015

Daerah Saya (Budaya, Makanan, Ciri khas) MALANG


MAKANAN KHAS MALANG

Keripik tempe adalah makanan yang terbuat dari tempe yang diiris tipis dan dibalur dengan tepung lalu di goreng kering.
Keripik Tempe salah satu oleh-oleh khas malang yang cukup terkenal. yang membedakan keripik tempe malang dengan keripik tempe yang lain adalah saat ini keripik tempe tersedia dengan berbagai rasa dan varian bentuk. selain itu keripik tempe dimalang jauh lebih enak dari pada keripik tempe di daerah lain. hal itu dikarenakan pemilihan kedelai yang sangat ketat dan melalui banyak proses.

Ada pun resep membuat keripik tempe sebagai berikut:

Resep:
  1. Tempe kedelai Kotak, secukupnya
  2. 300 gr Tepung beras
  3. 150 gr Tepung tapioka
  4. 1 btr Telur ayam
  5. 500 gr Air
  6. Minyak goreng
  7. 10 gr Ketumbar
  8. 50 gr Kemiri
  9. 8 gr Garam
  10. 50 gr Bawang putih
  11. 5 gr Daun jeruk
Cara membuat
  1. Lapisan : Campur tepung beras, tepung tapioka, telur ayam, bumbu halus hingga rata. Tuang air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata, sisihkan.
  2. Potong/iris tempe dengan ketebalan kira-kira 0,5 mm – 1 mm.
  3. Panaskan minyak di atas api sedang.
  4. Celup tiap lembaran tempe dalam adonan lapisan, angkat, tiriskan. Goreng hingga kering dan berwarna kuning kecokelatan. Angkat, tiriskan dan dinginkan.
 Sumber Resep : Klik Disini


BUDAYA MALANG "TARI TOPENG MALANGAN"



Malang sebenarnya tidak melulu tentang udara dingin dan apelnya. Lebih dari itu Malang menyimpan kebudayaannya sendiri, yang sayangnya tergerus waktu. Seperti salah satunya adalah seni pertunjukan tari Topeng Malangan.  Keberadaan tari Topeng Malangan sudah ada sejak abad ke-13 Masehi. Seni pertunjukan  topeng ini memiliki akar pada tradisi pemujaan terhadap nenek moyang dari masyarakat yang masih menganut kepercayaan animisme pra Hindu di Jawa. Para penari topeng dianggap sebagai media atau wadah bersemayamnya roh nenek moyang. Mereka percaya bahwa nenek mpyang itu datang untuk  memberi berkat kepada anak cucunya dan menerima pemujaan mereka.

sumber: klik disini

CIRI KHAS "BOSO WALIKAN MALANGAN"
Tugu_Malang_Night_View
Bagaimanakah sejarah Boso Walikan ini bisa muncul di Malang ? Siapa yang pertama menciptakan Boso Walikan? sejarah Boso Walikan dimulai pada saat jaman perjuangan Gerilya Rakyat Kota (GRK). Para pejuang pada saat itu menggunakan Boso Walikan sebagai alat komunikasi antar sesama pejuang serta sebagai identitas untuk mengenali lawan maupun kawan. Pada saat itu, banyak sekali mata-mata Belanda yang berasal dari orang pribumi sendiri. Otomatis, komunikasi dalam Bahasa Jawa menjadi hal yang riskan karena para mata-mata itu juga pasti akan paham lantas akan membocorkannya pada pihak Belanda.


Karena itu para pejuang menggunakan Boso Walikanuntuk mengelabui para mata-mata sekaligus untuk meminimalisir bocornya strategi perjuangan para gerilyawan.

Boso Walikan memang sudah menjadi ciri khas warga Malang. Beberapa Boso Walikan yang sering digunakan antara lain : ker (rek), sam (mas), ngalam (malang), genaro (orang), kadit itreng (tidak ngerti), nakam (makan), nganal (lanang), kodew (wedok), ongis nade (singo edan), ileb ngadeng (beli gedang), dan masih banyak lagi.

Perlu diketahui bahwa Boso Walikan bukanlah bahasa sandi karena dalam penggunaannya tetap menggunakan bahasa yang lazim digunakan, hanya cara membacanya yang diubah. Kata yang lazimnya dibaca dari kiri ke kanan dalam Boso Walikan dibaca dari kanan ke kiri. Bahasa yang bisa dibalik juga bisa berasal dari Bahasa Jawa maupun Bahasa Indonesia. Karena itu pula, Boso Walikan selalu berkembang karena pasti banyak kata-kata yang bisa dibalik.

sumber: klik disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar